Welcome Guys

Pages

Send Quick Massage

Name

Email *

Message *

Saturday, October 6, 2018

KONSEP PROSES KEPERAWATAN

by endar  |  in BIOLOGI at  October 06, 2018

BAB 10
KONSEP PROSES KEPERAWATAN

PENGERTIAN
            Banyak para ahli merumuskan pengertian dari proses keperawatan antara lalin:
Yura Walsh (1978)
            Proses Keperawatan adalah langkah-langkah sistematik untuk menentukan masalah, mengimplementasikan dan mengevaluasi apakah rencana yang dibuat efektif dalam menyelesaika masalah yang terjadi.
Wolf, Weitzel and Fuerst (1979)
            Proses keperawatan adalah serangakaian perbuatan atau tindakan untuk menetapkan, merencanakan, dan melaksanakan pelayanan  keperawatan dalam rangka membentuk klien untuk mencapai dan memelihara kesehatannya sioptimal mungkin. Tindakan keperawatan tersebuat dilaksanakan secara berurutan, terus menerus, saling berkaitan, dan dinamis, selanjutnya, fuerst dkk, menetapkan langkah proses keperawatan sebagai proses pengumpulan data, pengkajian, perencanaan, dan pelaksanaan.
Depkes RI dan JICA (1982)
            Proses keperawatan adalah suatu proses penilaian masalah yang dinamis dalam usaha memperbaiki atau memelihara pasien sampai ke taraf optimum melalui suatu pendekatan yang sistematik untuk mengenal dan membantu memenuhi kebutuhan khusus pasien.
Ann Marriner
            Proses keperawatan adalah penerapan pemecahan masalah keperawatan secara ilmiah untuk mengidentifikasi masalah pasien, merencanakan secara sistematis, melaksanakan serta mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang teleh dilaksanakan.
Malinda Murray
            Proses keperawatan adalah metode ilmiah yang digunakan secara sistematis untuk mengkaji masalah pasien secara sistematis, menentukan cara pemecahannya, melaksanakan tindakan, dan mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan.
Haerber
            Proses keperawatan adalah metode ilmiah yang digunakan secara sistematis untuk  mengkaji dan mendiagnosis status kesehatan pasien/klien. Merumuskan hasil yang dicapai, menentukan  intervensi, dan mengevalusi mutu dan hasil usaha yang dilakukan terhadap pasien/klien.
Zaidin Ali (1997
            Proses keperawatan adalah metode asuhan keperawatan yant ilmiah, sistematis, dinamis, dan terus-menerus serta berkesinambung dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien/klien, dimulai darai pengkajian (pengumpulan data, analisis data dan penentuan masalah) diagnosis keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, pelaksanaan, dan penilaian tindakan keperawatan.
Dari pengkajian yang terakhirini dapat dijelaskan bahwa proses keperawatan mencakup aspek-aspek sebagai berikut ini.
1.      Strategi dalam memberikan asuhan keperawatan baik pada individu, keluarga, dan masyarakat.
2.      Bersifat ilmiah, karena metode ini melekat pada badan ilmu keperawatan.
3.      Sistematik karna melalui proses yang sakit maupun sehat.
4.      Dilaksanakan secara terus-menerus baik pada individu ayng sakit maupun sehat.
5.      Memiliki lima langkah utama, yaitu :
a.       Pengkajian, yang meliputi pengumpulan data, analisis data, peumusan masalah kesehatan/keperawata.
b.      Diagnosis keperawatan dan perumusan diagnosis keperawatan. Diagnosis keperawatan mempunyai ciri tersendiri, karena lebih menetukan kepada masalah kurang pengetahuan, ketidakmauan dan ketidak memberikan.
c.       Perencanaan, meliputi tujuan, tidakan dan evaluasi.
d.      Pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang telah dibaut.
e.       Evaluasi, meliputi penilaian proses (pengakjian, dianosisi, tindakan)
dn evaluasi
f.       Berkesinambuangan dari satu diagnosis keperawatan ke diagnosis


LANGKAH-LANGKAH PROSES KEPERAWATAN
Langkah-langkah dalam proses keprawatan menurut beberapa ahli sebaik berikut :
1.      Yura dan WanlsI, menjadinay menjadi 4 rangkap, yaitu pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
2.      Susan dan Clemen membaginya menjadi empat rangakap, yaitu pengkajian, analisis, perencanaan, implementasi, evaluasi, dan terminasi.
3.      Fuerst dkk., membaginya menjadi enam tahap, yaitu pengumpulan data, pengkajian, perencanaan, dan pelaksanaan.
4.      Freeman membaginya menjadi enam tahap, yaitu membina hubungan saling percaya dengan klien, pengkajian, penentuan tujuan bersama keluarga dan oran terdekat klien, merencanakan tindakan bersama klien, melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana, dan hasil evaluasi.
5.      SG Baillon membaginya menjadi empat tahap, yaitu pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
6.      Subdit perawatan kesehatan masyarakat DEPKES RI membaginya menjadi empat tahap, yaitu identifikasi, pengumpulan data, rencana dan kegiatan, dan serta penilaian.
7.      Pameela membaginya menjadi tujuh tahap, yaitu pengumpulan data, mengidentifikasi kemungkinan, diagnosis, analisis terhadap klien, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
8.      Zaidin Ali membaginya menjadi lima tahap, yaitu :
a.       Pengkajian, meliputi pengumpulan data, analisis data, perumusan masalah kesehatan dan keperawatan.
b.      Perumusan diagnosis keperawatan.
c.       Perencanaan tindakan.
d.      Pelaksanaan tindakan sesuai dengan perencanaan.
e.       Description: C:\Documents and Settings\PK\Desktop\2014_09_02\IMG.jpgPenilaian tindakan keperawatan yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan seperti yang dapat dilihat pada Gambar 10-1.






Catatan :
1.      Pengkajian
2.      Perumusan diagnosis keperawatan
3.      Perencanaan
4.      Pelaksanaan tindakan
5.      Penilaian
GAMBAR 10-1. Tahap-Tahap Proses Keperawatan Menurut
Zaldin All

TUJUAN PROSES KEPERAWATAN
Tujuan proses keperawatan adalah agar diperoleh hasil asuhan keperawatan yang bermutu, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan agar pelaksanaannya dilakukan secara sistematis, dinamis, dan berkelanjutan.
FUNGSI PROSES KEPERAWATAN
Proses Keperawatan berfungsi sebagai berikut.
1.      Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi tenaga keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.
2.      Memberi ciri profesionalisasi asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan komunikasi yang efektif dan efisien.
3.      Memberi kebebasan pada klien untuk mendapat pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya dalam kemandiriannya di bidang kesehatan.

AZAS AZAS PROSES KEPERAWATAN     
Dalam pelaksanaan proses keperawatan dianut  azas-azas sebagai berikut.
1.      Keterbukaan, kebersamaan, dan kemitraan.
2.      Manfaat, semua kebutuhan/tindakan yang diambil harus bermanfaat bagi kepentingan pasien, tenaga keperawatan, dan institusi.
3.      Interdependensi, terdapat saling ketergantungan antara tenaga keperawatan dalam perawat pasien.. pleh Karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik diantara keduanya.
4.      Saling menguntungkan, masing-masing pihak yang terlibat dalam hal ini perawat, klien dan istitusi memperoleh kepuasan.
MANFAAT PENGGUNAAN PROSES KEPERAWATAN  
Pelaksanaan asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan  sangat bermanfaat bagi pasien, perawat dan institusi.
Manfaat untuk Pasien
1.      Mendapatkan pelayanan keperawatan yang bermutu efektif dan efisien. Asuhan keperawatan yang diberikan telah dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien melalui proses pengumpulan data, analisis, perumusan masalah, rencana yang terarah, pelaksanaan sesuai dengan rencana, dan hasil evaluasi yan terus menerus.
2.      Pasien bebas mengemukakan pendapat/kebutuhannya demi mempercepat kesembuhan.
3.      Melalui proses yang sistematik, proses kesembuhan dapat dipercepat dan pasien mendapat kepuasan dari pelayanan yang diberikan.
Manfaat  untuk Tenaga Keperawatan
1.      Kemampuan intelektual dan teknis tenaga keperawatan dapat berkembang sehingga kemampuan perawat baik dalam berpikir kritis analitis maupun keterampilan teknis juga meningkat.
2.      Meningkatkan kemandirian tenaga keperawatan.
Dengan menggunakan proses keperawatan maka diagnosis keperawatan, rencana tindakan, pelaksanaan tindakan serta evaluasi pasien dapat ditentukan tanpa harus bergantung kepada tenaga kesehatan lain, (mis., dokter) sehingga prinsip kemitraan dapat diwujudkan.
3.      Kepuasan yang dirasakan pasien akan semakin meningkatkan citra perawat di mata masyarakat.
Manfaat untuk Institusi (Rumah Sakit)
1.      Banyak pengunjung (masuk/keluar pasien) sehingga keuntungan yang diperoleh akan meningkat.
2.      Citra Rumah Sakit akan bertambah baik dimata masyarakat.
Manfaat bagi Masyarakat
Masyarakat mendapat pelayanan yang berkualitas.



TAHAP-TAHAP PROSES KEPERAWATAN
Pengkajian
Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi pasien baik fisik, mental, sosial maupun spiritual dapat ditentukan. Tahap ini mencakup tiga kegiatan, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penentuan masalah kesehatan serta keperawatan.
Pengumpulan data
Tuhuan :
Diperoleh data dan informasi mengenai masalah kesehatan yang ada pasien sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Data tersebut harus akurat dan mudah dianalisis.
Data yang dibutuhkan mencakup :
1.      Segala sesuatu tentang pasien sebagai makhluk bio-psiko-sosio-spiritual.
2.      Data yang berkaitan dengan segala sesuatu yang mempengaruhi kesehatan keluarga/masyarakat dan kebutuhan mereka terhadap layanan kesehatan, jika fokus asuhan keperawatan yang akan diberikan adalah terhadap keluarga/masyarakat.
3.      Data tentang sumber daya (tenaga, peralatan, dan dana) yang tersedia untuk mengatasi masalah yang terjadi.
4.      Data lingkungan yang mempengaruhi kesehatan pasien.
Jenis data :
1.      Data objektif, yaitu data yang diperoleh melalui suatu pengukuran, pemeriksaan, dan pengamatan, misalnya suhu tubuh, tekanan darah, serta warna kulit.
2.      Data subjektif, yaitu data yang diperoleh dari keluhan yang dirasakan pasien, atau dari keluarga pasien/saksi lain misalnya, kepala pusing, nyeri, dan mual.



Sumber data :
1.      Sumber data primer, yakni data yang dikumpulkan dari pasien yang berdasarkan hasil pemeriksaan.
2.      Sumber data skunder yakni data yang diperoleh dari orang lain, misalnya keluarga atau orang terdekat pasien.
3.      Sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya rekam medik dan catatan riwayat perawatan pasien.
Cara pengumpulan data :
1.      Wawancara/anamnesis
Wawancara/anamnesis adalah komunikasi timbal balik berbentuk tanya jawab antara perawat dengan pasien atau keluarga pasien tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan pasien. Dalam hal ini, perawat membina hubungan baik dengan pasien sebelum melalui wawancara. Wawancara dilakukan dengan penuh keramahan, keterbukaan, menggunakan bahasa yang sederhana dan kenyamanan pasien terjamin. Semua hasil wawancara dicatat dalam format proses keperawatan.
2.      Pengamatan
Pengamatan pasien dilakukan baik terhadap fisik, perilaku, dan sikap dalam rangka menegakkan diagnosis keperawatan. Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan pancaindra. Semakin banyak pancaindra yang terlibat maka hasil pengamatan akan semakin baik. Hasil pengamatan ini dicatat dalam format proses keperawatan.
3.      Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik adalah upaya menegakkan diagnosis keperawatan dengan cara sebagai berikut.
a.       Inspeksi, yakni melihat bagian tubuh pasien yang sakit (lihat Tabel 10-1)
b.      Palpasi, yaitu suatu pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara meraba bagian tubuh yang sakit.






TABEL 10-1. Sasaran PPengamatan Fisik
No.
Sasaran
Tanda-tanda
Kemungkinan masalah
1.       
Mata
·         Kuning
·         Merah
·         Pucat
·         Ikterus
·         Radang
·         Anemia
2.       
Hidung
·         Edema
·         Jaringan

·         Radang
·         Polip
3.       
Mulut
·         Mulut Kering
·         Gusi Merah
·         Bengkak
·         Sariawan
·         Ginggivitis
·         Gigi Berlubang
4.       
Tenggorokan
·         Merah
·         Bengkak
·         Faringitis
·         Tonsilitis

5.       
Leher
·         Bengkak
·         Struma/Gondok
6.       
Kulit
·         Kering
·         Keriput
·         Pucat
·         Biru
·         Merah
·         Kurang Cairan
·         Kurang Darah
·         Sianosis
·         Radang

c.       Auskultasi, yaitu suatu pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan bunyi bagian tubuh tertentu dan biasanya menggunakan stetoskop, misalnya mendengar denyut jantung, bising usus, dan suara paru.
d.      Perkusi, suatu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara mengetukkan jari telunjuk/kepalan tangan/alat (hammer) pada tangan yang lain diatas bagian tubuh yang diperiksa.

 



    

MODUL 1 KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

by endar  |  in ARTIKEL at  October 06, 2018
Tugas Mandiri
Modul 1 : Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini

No Registrasi    :
Nama                 : 
Kecamatan        : 
Kabupaten        : 


10 Prinsip Dasar PAUD
1.      Belajar sambil bermain
Pada hakikatnya dunia anak adalah bermain, melalui bermain dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada anak. Contoh penerapannya >> anak bermain air dengan cara mengisi air kedalam botol, anak melatih motorik halusnya.
2.      Sesuai dengan perkembangan anak
Pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Pembelajaran anak usia dini harus disesuaikan baik lingkup maupun tingkat kesulitannya.
Contoh penerapannya >> anak usia 4 tahun mengenal warna dan usia 5 tahun menyusun balok
3.      Berorientasi pada kebutuhan anak
Kebutuhan anak yang paling mendasar dalam kebutuhan fisik (lapar dan haus), anak dapat belajar apabila tidak dalam kondisi lapar dan haus
4.      Anak sebagai pembelajar aktif
Pendidik harus mampu menciptakan suasana yang membuat anak aktif mencari, mengemukakan pendapat, menentukan pilihan.
Contoh penerapannya >> menimbang benda, menentukan, dan bisa mengukur berat dan ringan.
5.      Mengembangkan kecerdasan anak
Bagian dari diri anak yang dikembangkan meliputi fisik motorik, intelektual, moral, sosial, emosi, kreativitas, dan bahasa. Mengembangkan kecakapan hidup dapat dilakukan melalui pemberian rangsnagan untuk mengembangkan kemandirian.
Contoh penerapan >> anak dibiasakan untuk memakai kaos kaki sendiri, memakai baju sendiri.
6.      Menggunakan lingkungan yang kondusif
Lilngkungan pembelajaran sebaiknya diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat menarik, menyenangkan, aman dan nyaman bagi anak.
7.      Mengembangkan kecakapan hidup
Anak kelak berkembang menjadi manusia yang utuh yang memiliki kepribadian dan ahlak yang mulia, cerdas dan terampil.
8.      Anak belajar melalui interaksi sosial.
Untuk mengembangkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik dan antara anak dengan teman-temannya.
9.      Belajar dari kongkrit ke abstrak, sederhana ke kompleks gerakan ke verbal.
10.  Merangsang kreativitas dan inovasi
Contoh penerapannya 

PATOFISIOLOGI KETUBAN PECAH

by endar  |  in KESEHATAN at  October 06, 2018

Patofisiologi
Infeksi dan inflamasi dapat menyebabkan ketuban pecah dini dengan menginduksi kontraksi uterus dan atau kelemahan fokal kulit ketuban . Banyak mikroorganisme servikovaginal, menghasilkan fosfolipid C yang dapat meningkatkan konsentrasi secara local asam arakidonat, dan lebih lanjut menyebabkan pelepasan PGE2 dan PGF2 alfa dan selanjutnya menyebabkan kontraksi miometrium. Pada infeksi juga dihasilkan produk sekresi akibat aktivitas monosit/makrofag , yaitu sitokrin, interleukin 1 , factor nekrosis tumor dan interleukin 6. Platelet activating factor yang diproduksi oleh paru-paru janin dan ginjal janinyang ditemukan dalam cairan amnion , secara sinergis juga mengaktifasi pembentukan sitokin. Endotoksin yang masuk kedalam cairan amnion juga akan merangsang sel-sel disidua untuk memproduksi sitokin dan kemudian prostaglandin yang menyebabkan dimulainya persalinan.
Adanya kelemahan local atau perubahan kulit ketuban adalah mekanisme lain terjadinya ketuban pecah dini akibat infeksi dan inflamasi . Enzim bacterial dan atau produk host yang disekresikan sebagai respon untuk infeksi dapat menyebabkan kelemahan dan rupture kulit ketuban . Banyak flora servikoginal komensal dan patogenik mempunyai kemampuan memproduksi protease dan kolagenase yang menurunkan kekuatan tenaga kulit ketuban. Elastase leukosit polimorfonuklear secara spesifik dapat memecah kolagen tipe III papa manusia, membuktikan bahwa infiltrasi leukosit pada kulit ketuban yang terjadi karena kolonisasi bakteri atau infeksi dapat menyebabkan pengurangan kolagen tipe III dan menyebabkan ketuban pecah dini. Enzim hidrolitik lain , termasuk katepsin B , katepsin N, kolagenase yang dihasilkan netrofil dan makrofag , nampaknya melemahkan kulit ketuban . Sel inflamasi manusia juga menguraikan aktifator plasminogen yang mengubah plasminogen menjadi plasmin , potensial , potensial menjasi penyebab ketuban pecah dini.


DEFINISI KETUBAN PECAH

by endar  |  in ARTIKEL at  October 06, 2018

1.    Definisi
Ketuban pecah dini atau spontaneous/early premature of the membrane (PROM) adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu atau sebelum terdapat tanda persalinan yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan pada multipara kurang dari 5 cm.Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban secara spontan sebelum pembukaan 5 cm. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan dan ditunggu 1 jam belum dimulai  tanda persalinan. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban secara spontan sebelum pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan multi para kurang dari 5 cm atau sebelum tanda-tanda persalinan.

Proudly Powered by Blogger.