Welcome Guys

Pages

Send Quick Massage

Name

Email *

Message *

Saturday, November 3, 2018

PENGERTIAN DAN PERANAN EPIDEMIOLOGI

by endar  |  in ARTIKEL at  November 03, 2018


A.    Pengertian dan peranan epidemiologi

Epidemiologi dapat diartikan sebagai studi tentang penyebaran penyakit pada manusia didalam konteks lingkungannya.
Dalam batasan epidemiologi ini sekurang-kurangnya mencakup tiga elemen, yakni :
a.       Mencakup semua penyakit
Baik penyakit infeksi maupun nonifeksi, seperti kanker, penyakit kekurangan gizi (malnutrition),
b.      Populasi
Epidemiologi ini memusatkan perhatiannya pada distribusi penyakit pada populasi (masyarakat) atau kelompok.
c.       Pendekatan ekologis
Frekuensi dan distribusi penyakit dikaji dari latar belakang pada kesehatan lingkungan manusia baik lingkungan fisik, biologis, maupun social.

1.      Penyebaran penyakit
2.      Kegunaan
Peranan epidemiologi, khususnya dalam konteks program kesehatan dan keluarga berencana adalah sebagai tool (alat) dan sebaagai metode atau pendekatan.

B.     Metode-metode Epidemiologi
Didalam epidemiologi terdapat dua tipe pokok pendekatan atau metode, yakni :
1.      Epidemiologi Deskriptif (Descriptive Epidemiology)
2.      Epidemiologi Analitik (Analytic Epidemiology)
3.      Epidemiologi Eksperimen

C.    Pengukuran Epidemiologi
1.      Incidence Rate
Incidence Rate dari suatu penyakit tertentu adalah jumlah kasus baru yang terjadi dikalangan penduduk selama periode waktu tertentu.
Jumlah kasus baru suatu penyakit

              Incidence Rate =  x 1.000


2.      Attack Rate

Attack Rate =  x 1.000



3.      Prevalence Rate
Prevalence Rate mengukur jumlah orang dikalangan penduduk yang menderita suatu penyakit pada satu titik waktu tertentu.
Jumlah kasus baru suatu penyakit

              Prevalence Rate =  x 1.000


4.      Period Prevalence
                          Jumlah kasus penyakit yang selama

Period Prevalence =  x 1.000


5.      Crude Death Rate (CDR)
                               
Crude Death Rate =  x 1.000


6.      Age Spesific Daerah Rate (Angka Kematian pada umur Tertentu)
Age Rate Age Spesific  =  x 1.000


7.      Cause Disease Spesific Daerah Rate (Angka Kematian Akibat Penyakit Tertentu)

Cause (TB) Specific Death Rate  =  x 1.000


D.    Epidemiologi penyakit-penyakit Menular
1.      Konsep Dasar Terjadinya Penyakit
Tiga model yang dikenal dewasa ini ialah (1) segitiga epidemiologi (the epidemiologi triangle), (2) jarring-jaring sebab akibat (the web of causation), (3) roda (the wheel)

a.       Segitiga epidemiologi
 




b.      Jarring jarring sebab akibat
Text Box: ….faktor 9
Text Box: ….faktor 10
Text Box: ….faktor 11
Text Box: ….faktor 12
 








c.       Roda

2.      Penyakit menular
a.       Agent (penyebab penyakit)
b.      Host (induk semang)
c.       Route of transmission (jalannya penularan)
E.     Imunisasi
1.      Pengertian
2.      Macam-macam kekebalan
Kekebalan digolongkan menjadi dua, yakni :
a.       Kekebalan tidak fisik (non-spesific resistance)
b.      Kekebalan spesifik (specific resistance)
Kekebalan spesifik dapat diperoleh dari dua sumber, yakni :
1.      Genetic
Kekebalan yang berasal dari sumber genetic ini biasanya berhubungan dengan ras (warna kulit) dan kelompok kelompok etnis.
2.      Kekebalan yang diperoleh (acquired immunity)
Kekebalan ini diperolh dari luar tubuh anak atau orang yang bersangkutan. Kekebalan aktif,dan dapat bersifat pasif. Kekebalan aktif dapat diperoleh setelah orang sembuh dari penyakit tertentu.
Kekebalan pasif diperoleh dari ibunya melalui plasenta.
3.      Factor-faktor yang mempengaruhi kekebalan
Banyak factor yang mempengaruhi kekebalan, antara lain umur, seks, kehamilan, gizi, dan trauma.
4.      Jenis-jenis imunisasi
Pada dasarnya ada dua jenis imunisasi
a.       Imunisasi pasif (passive immunization)
Imunisasi pasif ini adalah ‘immuno globulin’ jenis imunisasi ini dapat mencegah penyakit campak (measles) pada anak-anak.
b.      Imunisasi aktif (active immunization)
Imunisasi yang diberikan pada anak adalah :
-          BCG, untuk penyakit TBC
-          DPT, untuk mencegah penyakit-penyakit difter, partusis, dan tetanus.
-          Polio, untuk mencegah penyakit poliomilitis
-          Campak, untuk mencegah penyakit campak (measles)

5.      Tujuan program imunisasi
a.       Tujuan
Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
b.      Sasaran
-          Bayi dibawah umur 1 tahun (0-11 bulan).
-          Ibu hamil (awal kehamilan – 8 bulan)
-          Wanita usia subur (calon mempelai wanita)
-          Anak sekolah dasar kelas I dan VI

c.       Pokok pokok kegiatan
1.      Pencegahan terhadap bayi (imunisasi lengkap)
-          Imunisasi BCG 1
-          Imunisasi DPT 3x
-          Imunisasi polio 3x
-          Imunisasi campak 3x
2.      Pencegahan penyakit untuk anak sekolah dasar
-          Imunisasi DT
-          Imunisasi TT
3.      Pencegahan lengkap terhadap ibu hamil dan PUS/calon mempelai wanita.
Imunisasi TT 2x
d.      Jadwal pemberian imunisasi seperti terlihat pada bagan di halaman selanjutnya.
e.       Petunjuk pemberian vaksinasi difteri, terutama pada anak SD, seperti yang sudah ditentukan.
6.      Pemantauan
Pemantauan harus di lakukan oleh semua petugas baik pimpinan program, supervisor, dan petugas vaksinasi.
Hal-hal yang perlu dipantau (dimonitor)
1.      Coverage dan drop out (cakupan dan droup out imunisasi)
2.      Pengelolaan vaksin dan cold chain.
3.      Pengamatan penyakit yang dapat dicegah daengan imunisasi
Dilihat dari waktu, maka pemantauan dapat dilakukan dalam :
a.       Pemantauan ringan
b.      Pemantauan bulanan
Cara memantau cakupan imunisasi dapat dilakukan melalui beberapa cara antara lain :
-          Cakupan dari bulan ke bulan dibandingkan daengan garis target, dapat digambarkan masing masing bulan atau dengan cara kumulatif.
-          Hasil cakupan per triwulan untuk masing masing desa.
Untuk mengetahui keberhasilan program dapat dengan melihat hal-hal sebagai berikut :
-          Bila garis pencapaian dalam a tahun terlihat antara75% -100% dari target, berarti program sangat berhasil.
-          Bila garis pencapaian dalam a tahun terlihat antara 50%-75% dari target, berarti program cukup berhasil.
-          Bila garis pencapaian dalam a tahun terlihat dibawah 50% dari target, berarti program belum berhasil.
Petunjuk pemberian vaksinasi difteri dan tetanus pada anak sekolah dasar.
1.      Anak kelas 1 SD
a.       Yang pernah mendapat vaksinasi DPT sewaktu bayi diberi DPT 1x suntikan dengan dosis 0,5 cc 1M/SC dalam.
b.      Yang belum pernah mendapat vaksinasi DPT sewaktu bayi, diberikan vaksinasi DT sebanyak 2x suntikan @ 0,5 cc dengan interval minimal 4 minggu.
c.       Apabila meragukan apakah waktu bayi memperoleh DPT atau tidak, maka diberi 2x suntikan seperti pada butir b.



0 comments:

Proudly Powered by Blogger.