Welcome Guys

Pages

Send Quick Massage

Name

Email *

Message *

Friday, November 30, 2018

TEORI BEHAVIORISTIK

by endar  |  in ARTIKEL at  November 30, 2018


KEGIATAN BELAJAR 2
Teori Behavioristik


 Keterangan :
untuk download artikel dibawah anda bisa download filenya disini :
 -----------------------------------------------------------------------------
Ada beberapa ahli behaioristik yang berpendapat bahwa bahasa merupakan masalah respons (Skinner, 1957) dan sebuah imitasi (Bandura 1997). Sekiner menggunakan teori stimulus respons dalam menegakan perkembangan bahasa. Skinner menyatakan bahwa bahasa dipelajari melalui pembiasaan dari lingkungan dan merupakan hasil imitasi terhadap orang dewasa. Dalam dunia pendidikan, para guru yang menganut paham skinner menghindari penggunaan hukuman (Hergenhahn, 1982). Mereka akan memberikan reward pada siswa yang memberikan respons yang benar, dan mengacuhkan respons siswa yang tidak sesuai. Masalah belajar yang terjadi di sekolah termasuk masalah belajar bahasa merupakan hasil dari kekurangannya perencanaan pendidikan, seperti pemberian seward yang tidak tepat, pemberian materi yang terlalu padat dan sulit untuk dipahami, pengharapan terhadap prestasi siswa berlebihan, serta penerapan peraturan sulit untuk dipatuhi siswa.
            Imitasi, reward. Reinforcement, dan frekuensi suatu perilaku merupakan factor yang penting dalem mempelajari bahasa. Menurut Skinner, berpikir adalah proses internal bahasa, berpikir, dan bahasa mulai diperoleh dari interaksi alam lingkungan. Ahli lain, Bandura, menerangkan perkembangan bahasa dari sudut pandang teori belajar social (Hegenhahn, 1982). Menirukan suatu model yang berarti tidak harus menerima penguatan dari orang lain. Teori belajar menjelaskan tentang permainan interaksi antara ibu dab anak yang sedang belajar bahasa. Beberapa ahli (Brown, Canden dan bullugi dalam haditono, 1984) meneliti tentang kecenderungan para ibu menerima kalimat yang tata bahasanya salah dari anak, asalkan maksudnya benar. Sebaliknya, para ibu cenderung tidak menerima kalimat yang tata bahasanya tepat dari anak, namun tidak benar isinya.
            Anak belajar memperluas kalimat dan ibu dapat memberikan penguat pada anak dengan menyatakan bahwa anak akan senang bermain disekolah. Pandangan ini dikeritik berkenaan dengan kenyataan bahwa anak pada suatu saat dapat membuat suara suara baru dalam awal perkembangan bahasanya. Dan dapat membentuk kalimat kalimat baru yang berbeda dari yang pernah diajarkan kepadanya. Anak anak yang dibesarkan dengan stimulasi bahasa yang baik akan meniru dan menggunakan bahasa yang mereka dengar meskipun mereka belum tentu memahaminya.
            Anak usia dini memiliki banyak ide tentang arti bahasa dan menggunakan aturan dalam bahasa untuk menciptakan kata kata dan kalimat – kalimat baru.

0 comments:

Proudly Powered by Blogger.